Slider Widget

Responsive Ad

Di Jepang 6 Hal Ini Sangat Mahal, Padahal di Indonesia Bisa Gratis oleh - susuprenagen.online

Halo sahabat selamat datang di website susuprenagen.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Di Jepang 6 Hal Ini Sangat Mahal, Padahal di Indonesia Bisa Gratis oleh - susuprenagen.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

JAKARTA (tandaseru) â€" Memenuhi kebutuhan hidup di Jepang diperlukan dana yang tidak sedikit. Anda harus siap mengeluarkan dana yang apabila di Indonesia sebenarnya murah atau bahkan gratis. Mahalnya kehidupan di Jepang bukan karena kurs mata uangnya saja.

Namun beberapa aspek tata kelola negara ini pun perlu untuk dipertimbangkan. Walaupun alasan perbandingan kurs rupiah dan Yen Jepang memang berbeda.

Simak yuk apa saja yang menyebabkan mahalnya kehidupan di Jepang.

Mahalnya kehidupan di Jepang, Padahal di Indonesia Bisa Gratis

Membayar tagihan pembuangan air limbah

Di Jepang, membuang air limbah rumah tangga dikenakan biaya. Bukan tanpa sebab, pemerintah Jepang sangat peduli akan sistem pembuangan air.

Oleh karena itu, setiap penduduk disana baik yang tinggal di rumah atau apartemen wajib membayar tagihan pembuang limbah air atau water savage sebesar ¥2.000 atau setara dengan Rp260.000per dua bulan.

Biaya pangkas rambut mencapai 130 ribu rupiah

Tahukah Anda, biaya Rp130.000 itu hanya untuk jenis potongan rambut biasa atau standar saja ya.

Jika Anda ingin mengikuti gaya rambut yang kekinian, maka Anda harus mengeluarkan uang sebanyak Rp585.000 atau ¥4.500.

Harga tersebut belum termasuk pajak konsumsi, loh. Bagaimana, mau coba pangkas rambut di Jepang?

Membayar tagihan pembuangan sampah rumah tangga

Sebenarnya masyarakat Indonesia juga akan dimintai uang bulanan untuk masalah pembuangan dan pengelolaan sampah. Namun di Indonesia nilainya tidak seberapa bila dibandingkan dengan Jepang.

Biaya 10 kantong plastik khusus sampah dikenakan sekitar Rp26.000 atau ¥200. Lalu untuk sampah besar atau sampah elektronik, warga harus membeli stiker khusus yang harga per stikernya adalah ¥1000 atau Rp130.000.

Uang ini nantinya akan digunakan untuk mengelola sampah rumah tangga yang  tidak bisa didaur ulang.

Nah, untuk jenis sampah botol plastik atau kaleng bekas minuman tidak dikenakan biaya karena masih bisa didaur ulang.

Biaya parkir di Jepang tergolong mahal

Pemerintah sengaja memberikan tarif mahal untuk hanya sekadar parkir. Bukan hanya karena keterbatasan lahan, tapi hal ini juga jadi salah satu upaya pemerintah untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi.

Di Indonesia sendiri biaya parkir hanya dikenakan sebesar 2.000-5.000/jam. Sedangkan di Jepang untuk waktu 15-30 menit biaya parkirnya mencapai Rp13ribu.

Sepertinya peraturan seperti ini patut untuk dicontoh ya, karena upaya ini terbukti berhasil mengurangi kemacetan di Jepang.

Harga sayuran di Jepang mahal

Banyak faktor yang memengaruhi mahalnya harga sayuran disana, apalagi jika ditambah petani mengalami gagal panen. Maka tak heran bila harga sayuran semakin melonjak.

Sebagai contoh, satu ikat kangkung bisa dibandrol dengan harga 200 yen atau sekitar Rp26.000.

Meskipun mahal, tapi sayuran di Jepang dipastikan berkualitas. Para petani disini terkenal akan kepiawaiannya dalam bercocok tanam.

Tarif taksi adalah minimal 50.000/KM

Tarif taksi jadi salah satu alasan kenapa masyarakat Jepang lebih menyukai naik bus dan kereta atau bahkan jalan kaki.

Pasalnya, tarif taksi di negeri Sakura ini cukup membuat kantong jebol.

Bagi Anda yang berencana untuk tinggal di Jepang, siapkan dana dan mental Anda ya. Mengingat betapa mahalnya kehidupan di Jepang berbeda jauh dengan di Indonesia.

Itulah tadi informasi mengenai Di Jepang 6 Hal Ini Sangat Mahal, Padahal di Indonesia Bisa Gratis oleh - susuprenagen.online dan sekianlah artikel dari kami susuprenagen.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Posting Komentar

0 Komentar